YANG TERJADI SETELAH ADAM DAN HAWA JATUH KE DALAM DOSA

Sejak Adam dan Hawa melanggar perintah TUHAN untuk tidak makan Buah Pengetahuan Hal Baik dan Jahat, maka TUHAN mengutuki si ular (iblis), manusia, dan bumi. Untuk Adam ada 1 buah kutukan dan untuk Hawa ada 6 buah kutukan (yang ini akan saya jelaskan secara terpisah saja). Sejak itu manusia diusir dari Taman Firdaus dan BERPISAH DARI HADIRAT TUHAN. Mulai saat itulah manusia menyadari betapa PENTINGNYA BERKAT TUHAN ! … MENGAPA ??? … karena sebelum mereka melanggar perintah TUHAN, mereka belum terpisah dari hadirat TUHAN, mereka selalu hidup dalam hadirat TUHAN sehingga mereka selalu berada di dalam berkat TUHAN.

Jadi BERKAT itu memang HANYA ADA di dalam hadirat-Nya saja ! … di luar itu hanyalah ada kutuk ! Baca lebih lanjut

Dalam perspektif TUHAN, ketaatan yang hanya setengah-setengah adalah ketidaktaatan !

Dosa adalah ketidaktaatan terhadap perintah-perintah TUHAN. Dari perspektif / pandangan TUHAN, KETAATAN YANG HANYA SETENGAH-SETENGAH ADALAH KETIDAKTAATAN. Contohnya adalah Raja Saul. Pada saat penghakiman atas Amalek tiba, TUHAN memerintahkan Raja Saul untuk memusnahkan orang Amalek karena orang Amalek telah menghalang-halangi orang Israel, ketika orang Israel pergi dari Mesir menuju Kanaan, tanah pusaka mereka.

1 Samuel 15 : 1 – 3 …

1  Berkatalah Samuel kepada Saul: “Aku telah diutus oleh TUHAN untuk mengurapi engkau menjadi raja atas Israel, umat-Nya; oleh sebab itu, dengarkanlah bunyi firman TUHAN.
2  Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir.
3  Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.”

Baca lebih lanjut

Mendengar firman kebenaran yaitu Injil keselamatan, percaya kepada satu persona yaitu Yesus Kristus, dan dimeteraikan dengan Roh Kudus

Efesus 1 : 13 Di dalam Dia kamu juga – karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu – di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

Haleluyah ! … Puji Tuhan ! … Firman-Nya adalah firman kebenaran, dan firman kebenaran adalah Injil keselamatan atau Injil yang menyelamatkan bagi kita yang percaya !

Ketika saya mendengar Injil – yang memberitahukan kepada saya tentang Yesus Kristus yang menyelamatkan saya itu – saya langsung percaya kepada satu persona yaitu Yesus Kristus … Dialah yang telah memikul semua dosa-dosa saya di dalam tubuh-Nya di kayu salib, sehingga saya yang telah mati terhadap dosa ini boleh hidup untuk kebenaran, oleh bilur-bilur-Nya saya telah sembuh ! … Baca lebih lanjut

MEMIKIRKAN SESUATU YANG BUKAN PIKIRAN ALLAH ADALAH BAHAYA YANG BESAR !

Banyak di antara orang-orang yang mengaku dirinya Kristen, ternyata tak begitu menyadari…bahkan ada yang tak pernah menyadari….akan adanya bahaya besar, yang ditimbulkan pada saat mereka mulai memikirkan sesuatu yang bukan merupakan pikiran Allah. Mereka mengangap, bahwa memikirkan apapun adalah hal yang wajar-wajar saja…mereka  menganggap, apapun yang mereka pikirkan, tidak akan berefek pada diri mereka, asalkan mereka tidak melakukannya…

KESIMPULAN TERSEBUT BENAR-BENAR SUATU KESIMPULAN YANG SANGAT MENGERIKAN…suatu kesimpulan yang menunjukkan kalau kesadaran mereka akan alam materi telah bertambah-tambah, sedangkan kesadaran mereka akan alam roh telah menjadi tumpul…dan karena kesadaran mereka akan alam roh telah menjadi tumpul , maka kesimpulan merekapun  akhirnya menjadi salah !

Baca lebih lanjut

BAGI ORANG KRISTEN (COVENANT HOLDER), INJIL BARNABAS SAMA SEKALI TIDAK ADA ARTINYA

Siapa sebenarnya pengarang Injil Barnabas ? … mengenai siapakah yang mengarang  Injil Barnabas memang belum diketahui dengan pasti … hanya saja berdasarkan teks buku yang ada dan dari beberapa informasi, dapat ditarik suatu kesimpulan sementara, bahwa pengarang dari Injil Barnabas itu adalah seorang biarawan yang bernama Marino – seorang Yahudi berkebangsaan Spanyol – yang dipaksa memeluk agama Katolik dan harus mengikuti pendidikan Katolik. Kemudian dia mengenal agama Islam dan memeluk agama tersebut serta merubah namanya menjadi Mustafa Al – ‘Arandi. Sebagaimana banyak orang lain, dia  pun meninggalkan Spanyol dan pergi ke Italia. Di Italia lah diduga dia mulai mengarang Injil Barnabas dengan gaya tulisan yang digunakan bergaya Eropa, yang diindikasikan beraksen Eopa Italia – Spanyol, yaitu Tuska dan Venezia. Baca lebih lanjut

Doa Yabes menyebabkan Yabes dipulihkan oleh Allah dan Yabes menjadi orang yang dimuliakan

1 Tawarikh 4 : 9 – 10Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya : ” Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan .” (10) Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya : ” Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku , dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku ! ” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.

Nama Yabes bisa diartikan sebagai kesedihan … bisa diartikan sebagai kesusahan … bisa juga diartikan sebagai kemalangan … dan perlu saudara ketahui, bahwa ternyata arti dari sebuah nama di dalam Alkitab, memang berbicara tentang karakter atau masa depan dari orang yang menyandang nama tersebut …

Baca lebih lanjut

KEKECEWAAN adalah sarana yang disediakan oleh iblis untuk merusak hidup manusia

Semua manusia di dunia ini pastilah pernah merasakan yang namanya kecewa bukan ? … saudara juga pasti pernah merasakan yang namanya kecewa … entah kecewa itu saudara anggap ringan … entah kecewa itu saudara anggap berat … entah kekecewaan itu saudara tujukan kepada teman semasa kecil/dewasa, entah ditujukan kepada orang tua, entah ditujukan kepada saudara, entah ditujukan kepada rekan kerja/bisnis, entah ditujukan kepada atasan, entah ditujukan kepada anak, entah ditujukan kepada suami, entah ditujukan kepada isteri, entah ditujukan kepada kekasih, dan lain-lain … dan semua kekecewaan itu pastilah tak mengenakkan…karena di mana ada KEKECEWAAN pasti ADA PENOLAKAN … di mana ada KEKECEWAAN pasti ada KELUHAN … di mana ada KEKECEWAAN pasti ada SEMANGAT YANG PADAM … di mana ada KEKECEWAAN pasti tumbuh AKAR PAHIT ( KEPAHITAN HATI ) … di mana ada KEKECEWAAN pasti timbul RASA SAKIT HATI KEPADA TUHAN ( walaupun mungkin saudara belum / tidak menyadarinya ) … dan di mana ada KEKECEWAAN pasti ada PERUBAHAN VISI … BENAR-BENAR BETAPA TAK ENAKNYA RASA KECEWA ITU ! … TETAPI ADA ANEHNYA  … walaupun manusia tahu bahwa rasa kecewa itu tidak enak sama sekali … ternyata manusia tetap mudah sekali untuk menjadi kecewa  … tetap gampang sekali untuk menjadi kecewa … seakan-akan manusia benar-benar sangat suka merasakan rasa kecewa itu … sehingga manusia ingin sering-sering merasakannya kembali … sampai  tak heran akhirnya rasa kecewa sudah dianggap oleh manusia sebagai hal yang biasa-biasa saja …

Baca lebih lanjut

Kisah Para Rasul 10 : 1 – 48 sama sekali tidak membatalkan Imamat 11 : 1 – 47

Kasus penglihatan Petrus di Yope, di rumah Simon seorang penyamak kulit dalam Kisah Para Rasul 10 : 1 – 48 ternyata juga banyak digunakan oleh orang-orang yang mengaku dirinya Kristen sebagai dasar untuk pembatalan Imamat 11 : 1 – 47 … ini sama sekali tidak benar saudara !

Kisah Para Rasul 10 : 14 … Tetapi Petrus menjawab : ” Tidak, Tuhan, Tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir. ” …

Ayat tersebut membuktikan kepada kita bahwa Petrus masih memelihara Imamat 11 : 1 – 47

Kiasah Para Rasul 10 : 17 … Petrus bertanya-tanya di dalam hatinya, apa kiranya arti penglihatan yang telah dilihatnya itu. Sementara itu telah sampai di muka pintu orang-orang yang disuruh oleh Kornelius dan yang berusaha mengetahui di mana rumah Petrus. …

Ayat tersebut membuktikan kepada kita bahwa Petrus tidak menerima secara literal ( harafiah ), karena pada ayat tersebut Petrus masih bertanya-tanya di dalam hatinya, apa kiranya arti penglihatan yang telah dilihatnya itu. Dan kita tahu bahwa ternyata arti penglihatan tersebut adalah Allah juga menerima bangsa non Yahudi menjadi pengikut Kristus, jadi bukan pembatalan Imamat 11 : 1 – 47.

Baca lebih lanjut

Markus 7 : 1 – 23 sama sekali tidak membatalkan Imamat 11 : 1 – 47

Saya benar-benar heran, entah mengapa ternyata banyak orang yang mengaku dirinya Kristen menyatakan bahwa Markus 7 : 1 – 23 adalah dasar untuk pembatalan Imamat 11 : 1 – 47 … ini sama sekali tidak benar saudara ! … karena bila kita (mau) menganalisis secara cermat Markus 7 : 1 – 23, maka sebenarnya Markus 7 : 1 – 23 sama sekali tidak ada sangkut pautnya / pertaliannya dengan Imamat 11 : 1 – 47 … karena dalam Markus 7 : 1 – 23 ini menceritakan bagaimana Yesus terlibat pembicaraan dengan serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat mengenai masalah pembasuhan tangan yang telah menjadi adat istiadat nenek moyang mereka, jadi bukan dikarenakan apa yang di makan … dan kita semua harus tahu, bahwa orang Yahudi memegang teguh hukum Taurat, jadi mereka jelas tidak mungkin makan makanan yang haram dan yang tidak tahir, berbeda dengan orang-orang non Yahudi ( orang-orang Goyim ) yang tidak berpegang pada Jewish Dietary Laws.

Baca lebih lanjut

Binatang yang haram dan yang tidak haram, binatang yang tahir dan yang tidak tahir

Bila kita membaca di dalam kitab Imamat 11 : 1 – 47, maka kita akan mengetahui bahwa TUHAN (YAHWEH / YEHOVAH) telah menetapkan hukum tentang binatang berkaki empat, burung-burung dan segala makhluk hidup yang bergerak di dalam air dan segala makhluk yang mengeriap di atas bumi, untuk membedakan antara binatang yang haram dan yang tidak haram, antara binatang yang tahir dan yang tidak tahir (jijik), sehingga para umatNya (ImamNya) mengetahui binatang-binatang apa yang boleh dimakan dan binatang-binatang apa yang tidak boleh dimakan.

Apakah sebenarnya maksud TUHAN (YAHWEH / YEHOVAH) melarang kita untuk memakan binatang-binatang tertentu ? … Dan mengapa bila binatang-binatang tertentu tersebut dilarang untuk dimakan, TUHAN (YAHWEH / YEHOVAH) tetap menciptakannya ? … Dan mengapa pula di dalam kitab Kejadian, Allah melihat bahwa semua binatang ciptaanNya itu baik ?

Semua pertanyaan-pertanyaan tersebut seringkali muncul dari orang-orang yang mengaku dirinya Kristen tetapi ternyata mereka masih memakan babi, udang, kepiting, tiram, lele, dll.

Baca lebih lanjut

Pelayanan malaikat adalah fasilitas sorgawi yang disediakan oleh Allah Bapa untuk anak-anakNya

Ibrani 2 : 6 – 7 … Ada orang yang pernah memberi kesaksian di dalam suatu nas, katanya : ” Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya, atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya ?  (7) Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat, …

Dalam ayat tersebut jelaslah bagi kita bahwa pada awalnya manusia memang diciptakan oleh Tuhan lebih rendah dari malaikat … tetapi Puji Tuhan setelah kita ini dilahirkan baru oleh Roh Kudus, dan kita mengundang Roh Tuhan Yesus ( Roh Yahweh/Yehovah ) masuk ke dalam diri kita, maka saat itu derajat kita sudah diangkat naik menjadi anak Allah …

Yohanes 1 : 12 … Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama Nya ; …

Baca lebih lanjut

Kemah Suci ( Tabernacle )

Keluaran 25 : 40 … Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.
Ibrani 8 : 1 – 5 … Inti segala yang kita bicarakan itu ialah : kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,  (2) dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia. (3) Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan.  (4) Sekiranya Ia di bumi ini, Ia sama sekali tidak menjadi imam, karena di sini telah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum taurat.  (5) Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah : ” Ingatlah,”  demikian firmanNya, ” bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.
Dalam Ibarani 8 : 1 – 5 , Rasul Paulus membandingkan semua yang ada di muka bumi dengan yang ada di surga. Kita tahu bahwa Tuhan Yesus yang di surga telah diangkat oleh BapaNya menjadi Imam Besar menurut aturan Melkisedek, yaitu MENJADI IMAM yang bukan dikarenakan aturan turun-temurun seperti orang Lewi, tetapi LANGSUNG DITUNJUK OLEH BAPA SURGAWI. Di bumi Yesus tidak menjadi imam karena sudah ada gambarnya yakni imam-imam Lewi itu, jadi imam originalnya tetap adalah Yesus sedangkan imam Lewi hanyalah gambar saja. Lalu ketika Musa naik ke atas gunung Horeb, oleh Tuhan ditunjukkan Kemah Suci yang adalah buatan Tuhan sendiri, yang sudah lama telah ada di surga, agar Musa membuat replikanya (tiruannya) di atas bumi. Jadi kesimpulannya Kemah Suci yang dibuat di alam materi di bumi itu tidak lain hanyalah replika dari Kemah Suci yang ada di surga.
Kemah Suci (yang merupakan replika/tiruan dari kemah suci yang telah ada di surga) yang dibuat oleh Musa seperti contoh yang telah diberikan oleh Tuhan kepadanya, kurang lebihnya bentuk dan bagian-bagiannya dapat saudara lihat pada halaman TABERNACLE (klik di sini), dalam sajian Slide Show. Tuhan memberkati saudara !
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.